Ketika memilih provider internet, banyak orang terjebak pada satu indikator: kecepatan Mbps. Semakin besar angkanya, semakin menggoda untuk dipilih. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa angka Mbps bukan jaminan pengalaman internet yang mulus. Di Mandriva, kami sering mendengar keluhan seperti: “internet saya 50 Mbps, tapi tetap putus-putus saat Zoom meeting” atau “ping sering naik mendadak saat main game.” Masalah-masalah seperti ini terjadi bukan karena internet “tidak cukup cepat”, tetapi karena koneksi tidak stabil.
Stabilitas internet mengacu pada konsistensi kualitas koneksi selama digunakan. Internet yang stabil menjaga ping tetap rendah, jitter minimal, dan packet loss mendekati nol. Faktor-faktor ini sangat krusial untuk aktivitas real-time seperti gaming, video call, remote working, dan live streaming. Dengan kata lain, kecepatan menentukan seberapa besar data per detik, tetapi stabilitas menentukan seberapa lancar data tersebut tiba.
Di Mandriva, fokus kami bukan sekadar menawarkan angka Mbps besar, tetapi membangun jaringan yang konsisten dan responsif. Kami menerapkan manajemen bandwidth, optimasi routing, dan monitoring jaringan 24 jam agar koneksi pengguna tetap stabil di jam sibuk sekalipun. Dalam praktiknya, internet 30 Mbps yang stabil terasa jauh lebih nyaman daripada 100 Mbps yang fluktuatif.
Contohnya pada gaming online. Gamer tidak peduli 20 Mbps atau 200 Mbps - yang penting adalah ping rendah dan konsisten. Dengan stabilitas jaringan yang baik, game berjalan halus tanpa delay. Begitu pula pada video meeting: bukan bitrate tertinggi yang dibutuhkan, tetapi koneksi yang tidak drop tiba-tiba. Stabilitas memberi rasa “tenang”, karena pengguna tidak harus memikirkan apakah koneksi akan tiba-tiba bermasalah.
Kesimpulannya, internet yang benar-benar baik bukan yang hanya cepat di angka, tetapi yang stabil dalam penggunaan nyata. Mandriva percaya bahwa pengguna layak mendapatkan pengalaman online yang konsisten tanpa gangguan, entah sedang bekerja, belajar, bermain, atau bersantai. Karena pada akhirnya, internet bukan hanya soal kecepatan - tetapi soal kenyamanan dan keandalan.